Jakarta –

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberi penjelasan terkait penemuan jejak harimau Jawa di Sukabumi. Namun, ada beberapa catatan yang harus diteliti lebih lanjut.
BANDARCERUTU4D.COM
Lembaga itu memastikan bahwa sehelai rambut harimau yang ditemukan di Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi adalah milik harimau jawa.

Kepastian itu disampaikan BRIN dalam sebuah jurnal Oryx, terbitan Cambridge University Press pada 21 Maret 2024 berjudul “Is the Javan tiger Panthera tigris sondaica extant? DNA analysis of a recent hair sample (Apakah harimau jawa Panthera tigris sondaica masih ada? Analisis DNA dari sampel rambut terbaru)”.

BANDARCERUTU4D.COM
Wirdateti, Peneliti mamalia, Ahli Utama Pusat Riset Biosistematik dan Evolusi BRIN saat dikonfirmasi membenarkan kabar terbaru mengenai penelitian sehelai rambut yang diduga harimau jawa di Sukabumi. Dia kemudian menceritakan proses penelitian sehelai rambut tersebut hingga kemudian dipastikan merupakan milik harimau jawa yang sudah dinyatakan punah sejak 1980-an silam.

“Kalau hasil itu jadi kita ceritanya dari BKSDA Jabar dikasih sampel rambut satu helai yang diduga harimau jawa. Kami lakukan survei di Cipendeuy, Sukabumi dan ketemu dengan yang katanya melihat harimau itu Mas Ripi, dan kami melihat lokasinya, dan kami melihat yang katanya juga ada cakaran di batu,” ucap Teti sapaannya, Sabtu (23/3/2024).
BANDARCERUTU4D.COM

Teti mengungkapkan, awalnya peneliti BRIN datang ke lokasi untuk mencari tahu kronologis penemuan sehelai rambut diduga harimau jawa yang ditemukan pada tahun 2019 lalu. Menurutnya kronologis penemuan penting didapat untuk melakukan penelitian lebih lanjut.
Temuan bulu hewan diduga harimau di Citayam, SukabumiTemuan bulu hewan diduga harimau di Citayam, Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Baca juga:
Geger Jejak Harimau Jawa di Sukabumi

“Itu ketemunya kan tanggal 19 Agustus (2019) dan ke sana (ke lokasi) September (2022), makanya saya tanya benar nggak itu dapatnya dari alam. Itu sebenarnya bukan hutan tapi jalan kampung yang belum diaspal tapi,” ujarnya.

Diceritakan, saat itu Ripi yang mengaku melihat seekor harimau diduga harimau jawa menemukan sehelai rambut di sebuah pagar bambu. Selain itu, tim peneliti juga mencari keberadaan jejak harimau dan bekas cakaran.

“Waktu kami ke sana pagarnya sudah roboh. Jadi saya menyusuri saja dia melompat di mana dan tapaknya dimana, terus ya mungkin menurut saya kalau itu dapat di sana, mungkin bukan cuma satu helai mungkin lebih,” ucap Teti.

Setelah itu, baru tim peneliti melakukan identifikasi melalui pencocokan Deoxyribo Nucleic Acid (DNA). Awalnya, Teti mengaku tim peneliti kesulitan mengidentifikasi sampel rambut tersebut karena sudah tersimpan lama dalam plastik.
BANDARCERUTU4D.COM
Untungnya kata Teti, sehelai rambut yang diduga harimau jawa ditemukan dalam keadaan utuh lengkap dengan akarnya. Hal itu menurutnya membantu proses identifikasi.

“Alhamdulillah itu sampel itu kebawa sampai ke akar, karena DNA kan ada di ujung rambut di akar. Untung ada tapi memang kami melakukan berulang-ulang melakukan ekstrak untuk mendapatkan gen target itu harus berulang,” jelasnya.
BANDARCERUTU4D.COM
Proses pencocokan pun dilakukan dengan membandingkan sampel sehelai rambut diduga harimau jawa dengan sampel milik subspesies harimau lain dari Sumatra dan sampel milik macan tutul.

Dari penelitian yang dilakukan, Teti menuturkan pohon filogenetik atau pohon evolusi menunjukkan bahwa sampel diduga rambut harimau Jawa, tidak termasuk dalam kelompok yang sama dengan spesimen harimau sumatra hingga macan tutul.

BANDARCERUTU4D.COM

By admin99

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *